MU Tumbangkan Villarreal Dengan Skor 2-1, Ronaldo Tampil Jadi Pahlawan Setan Merah

MU Tumbangkan Villarreal Dengan Skor 2-1, Ronaldo Tampil Jadi Pahlawan Setan Merah

MU tumbangkan Villarreal dengan skor 2-1, Ronaldo tampil jadi pahlawan Setan Merah. Keberhasilan MU tumbangkan Villarreal, salah satunya tidak lepas dari kinerja apik yang ditampilkan Cristiano Ronaldo yang sukses mencetak gol menjelang akhir laga.

ASport.Akurasi.id, Manchester – Manchester United meraih kemenangan dramatis saat menjamu Villarreal di Liga Champions. Setan Merah menang 2-1, dengan gol kemenangan oleh Cristiano Ronaldo.

Di Old Trafford, duel Man Utd vs Villarreal tersaji pada Kamis (30/9/2021) dini hari WIB. Kedua tim gagal mencetak gol sepanjang babak pertama. Villarreal mencetak gol lebih dulu melalui Paco Alcacer di menit ke-53. Man Utd membalas enam menit berselang via gol Alex Telles.

Ronaldo tampil sebagai pahlawan Man Utd lewat golnya di menit-menit akhir pertandingan. Setan Merah menang 2-1. Hasil ini membawa Man Utd naik ke posisi ketiga Grup F dengan 3 poin. Sementara itu, Villarreal jeblos ke posisi buncit dengan 1 poin.

MU Tumbangkan Villarreal dan Jalannya Pertandingan

Villarreal memberi ancaman ke gawang Man Utd di menit keenam. Arnaut Danjuma menembak bola on target yang masih bisa ditepis David De Gea. The Yellow Submarine nyaris mencetak gol di menit ke-16. Paco Alcacer melepaskan bola sepakan terukur ke arah gawang. De Gea terbang menepis bola dan hanya membuahkan tendangan sudut.

Sebagaimana dikutip dari Detik.com, Villarreal terus menggempur lini belakang Man Utd hingga setengah jam pertandingan. Bola sepakan mendatar Alcacer di menit ke-31 masih menyamping tipis di sebelah gawang Setan Merah.

Man Utd balik mengancam di menit enam menit berselang. Bola tendangan jarak jauh Paul Pogba masih dapat diamankan Geronimo Rulli. Alberto Moreno nyaris mencetak gol bunuh diri akibat kesalahannya mengantisipasi umpan lambung Pogba. Bola sapuannya meluncur ke samping gawang Villarreal.

Tidak ada gol yang bisa dibukukan kedua tim hingga turun minum. Babak pertama ditutup dengan skor kacamata 0-0. GOL! Villarreal memecah kebuntuan delapan menit babak kedua berjalan. Alcacer mencatatkan namanya di papan skor.

Striker Villarreal itu mencucur bola umpan tarik Danjuma di depan gawang Man Utd tanpa bisa dibendung De Gea. The Yellow Submarine unggul 1-0.

1-1! Man Utd menyamakan kedudukan di menit ke-59. Alex Telles menyambut bola tendangan bebas Bruno Fernandes dengan sepakan first time yang meluncur masuk ke gawang Villarreal.

Man Utd menggempur lini belakang Villarreal demi menambah gol. Edison Cavani nyaris menggandakan keunggulan lewat sundulannya di menit ke-79. Bola masih belum menemui sasaran. Villarreal nyaris mencetak gol kedua di menit ke-85. Bola sundulan Boulaye Dia di kotak penalti bisa digagalkan De Gea.

VICTORY GOAL! Cristiano Ronaldo mencetak gol kemenangan Man Utd dari sudut sempit di menit-menit akhir injury time. Tuan rumah menutup laga dengan kemenangan 2-1. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

 

Tips Memilih Raket Badminton yang Perlu Diperhatikan

Tips Memilih Raket Badminton yang Perlu Diperhatikan

Akurasi.id – Selain butuh shuttlecock atau biasa disebut kok, Anda juga butuh raket untuk bisa main bulu tangkis. Akan tetapi, Anda tidak boleh sembarangan pakai raket badminton agar sukses jadi bintang lapangan. Ketika Anda ingin membeli raket badminton untuk berolahraga, ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan sebelum membelinya.

Raket bulu tangkis terdiri dari tiga bagian utama. Head atau kepala raket merupakan bagian yang berbentuk oval yang di tengahnya berisi jalinan senar untuk menahan dan memantulkan kok.

Selanjutnya, ada bagian shaft atau batang raket yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara kepala raket dengan bagian genggamannya. Lalu tepat di bawah shaft ada handle grip yang dialasi bantalan karet atau kainsebagai tempat jemari Anda menggenggam raket. Berikut tips memilih raket badminton yang harus diperhatikan dilansir dari hallosehat.com, Rabu (29/9/2021)

  1. Cek berat raket Anda

Berat raket ditandai dengan logo “U” yang bisa Anda lihat di bagian bawah handle raket.

  • U : 95-99 gr
  • 2U: 90-94 gr
  • 3U: 85-89 gr
  • 4U: 80-84 gr
  • 5U: 75-79 gr
  • 6U: 70-74 gr

Ukuran berat raket biasanya ditulis bersama ukuran lingkar pegangan raket. Contohnya ditulis seperti ini: 3UG5.

[irp]

Idealnya, raket badminton yang bagus adalah yang ringan. Yang paling banyak ditemukan adalah 3U, 4U, 5U, dan 6U. Raket yang terasa berat saat digenggam atau digerakkan justru akan membatasi rentang gerak lengan Anda, dan bisa menyebabkan cidera di lengan atau bahu jika Anda tidak terbiasa.

Itu sebabnya raket jenis U dan 2U lebih jarang ditemukan, dan biasanya hanya digunakan sebagai raket untuk melatih kekuatan pergelangan tangan dan otot lengan bawah.

Cek juga keseimbangan raket Anda. Raket badminton memiliki 3 tipe keseimbangan. Keterangan mengenai jenis keseimbangan tiap jenis raket dapat Anda temukan di bagian batang.

[irp]

  1. Cek jenis kepala raket

Raket bulu tangkis ada tiga jenis yakni ringan, berat, dan yang seimbang. Masing-masing jenis kepala raket ini memiliki fungsi yang berbeda.

Kepala raket yang berat bisa membantu Anda menembak smash ke arah lawan dengan lebih kuat dan akurat. Namun kelemahannya ada pada beratnya. Ini membuat ayunan Anda jadi lebih lambat saat raket digerakkan ketika Anda butuh melakukan respon tangkisan yang lincah dan cepat. Tambahan berat pada kepala raket ini juga bisa menambah beban pergelangan tangan ketika melakukan gerakan yang cepat.

Kalau Anda butuh melakukan pukulan yang cepat, pilihlah raket yang kepalanya ringan. Kepala raket yang lebih ringan juga memberikan Anda kendali yang lebih luwes untuk mengatur kekuatan dan gerak lengan saat memukul kok. Namun karena ringan, raket ini tidak banyak memberi dorongan tambahan ketika melakukan smash.

[irp]

Bagaimana dengan raket yang seimbang? Raket seimbang dinilai paling ideal, karena beratnya berada di antara dua jenis raket lainnya. Raket ini serbaguna karena bisa mendukung gerakan smash dan juga gerakan cepat untuk menangkis tembakan lawan.

  1. Cek bentuk kepala raket

Selain harus memilih beratnya, Anda juga harus memilih bentuk raket yang ideal untuk permainan Anda. Ada dua jenis kepala raket badminton: yang berbentuk kotak (isometrik) dan berbentuk oval (konvensional).

Perbedaannya ada di ‘sweet spot’ nya. Sweet spot adalah area di kepala raket yang akan memberi kekuatan maksimal jika pantulannya tepat mengenai titik tersebut. Sekarang ini lebih banyak raket dengan bentuk isometrik dibandingkan konvensional karena memberikan pantulan yang lebih baik.

[irp]

  1. Perhatikan bentuk batang raket

Batang raket badminton berkisar dari jenis fleksibel, sedang, kaku, dan ekstra kaku. Batang raket biasanya dipilih berdasarkan kecepatan ayunan pemainnya. Atlet bulu tangkis profesional biasanya memiliki teknik yang terjamin handal sehingga kecepatan ayunannya lebih cepat.

Itu sebabnya banyak pemain bulu tangkis pro yang menggunakan batang raket kaki atau ekstra kaku. Batang yang kaku dapat menunjang gerakan dan kekuatan ayunan dari para pemain profesional untuk menghasilkan performa yang bagus. Jenis ini juga akan memberikan pantulan kok yang lebih cepat.

Sedangkan bagi pemain pemula yang kemampuan ayunannya belum cukup terasa, lebih disarankan untuk menggunakan raket dengan batang fleksibel. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengayun dan menggerakkan raket dengan batang raket fleksibel. Batang raket fleksibel adalah pilihan yang baik untuk pemula karena juga dapat digunakan untuk berlatih teknik mengontrol ayunan, memukul, dan menangkis.

[irp]

  1. Cek ukuran pegangan raket

Seperti halnya berat raket secara keseluruhan, ukuran pegangan raket juga bervariasi. Biasanya ukuran ini akan tertulis sebagai huruf “G” di bagian handle raket dalam satuan inci bersama dengan ukuran berat raket.

  • G1: 4 in
  • G2: 3.75 in
  • G3: 3.5 in
  • G4: 3.25
  • G5: 3 in
  • G6: 2.75

Kebanyakan raket tersedia dalam ukuran G5 dan G4. Jika Anda tidak mengetahui berapa ukuran genggaman Anda yang pas, sebaiknya pilih ukuran yang paling kecil yang tersedia. Dari situ, Anda bisa menyesuaikan dengan ukuran yang lebih besar jika Anda merasa kekecilan dan tidak nyaman saat digenggam.

Jangan pilih raket yang menjadi andalan atlet favorit Anda

Sama seperti pemain bola yang memiliki sepatu bola pribadinya masing-masing, atlet bulu tangkis profesional juga memiliki koleksi raket bandminton mereka sendiri.

[irp]

Nah, kesalahan yang paling umum dilakukan oleh banyak pemain bulu tangkis amatir adalah mengikuti pilihan raket idolanya. Mungkin Anda tertarik membeli raket yang sama dengan pemain badminton idola Anda karena melihat ia bisa menghasilkan smash yang begitu dahsyat.

Padahal, pemain badminton profesional tidak sembarangan menggunakan raket. Spek raket yang mereka miliki sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kemahiran tekniknya untuk mendukung performanya. Selain itu, atlet profesional juga sudah melewati program latihan khusus untuk membiasakan dan melatih diri dengan penggunaan raket yang lebih berat.

Sembarangan pakai raket yang berat tidak hanya bisa menghambat kelancaran permainan Anda, tapi juga bisa menyebabkan cedera pergelangan tangan atau bahkan bahu saat melakukan pukulan. Maka, cocokkan spek raket pilihan dengan kebutuhan dan kondisi fisik Anda saat ini. (*)

Editor: Rezki Jaya

Michel Fabrizio: Tragedi Dean Vinales Imbas dari Contoh Buruk Gaya Bar-bar Marquez

Michel Fabrizio: Tragedi Dean Vinales Imbas dari Contoh Buruk Gaya Bar-bar Marquez

Michel Fabrizio: Tragedi Dean Vinales Imbas dari Contoh Buruk Gaya Bar-bar Marquez

Valentino Rossi (Movistar Yamaha) vs Marc Marquez (Repsol Honda) Race MotoGP Termas de Rio Hondo, Argentina 2018. (Istimewa)

Asport.Akurasi.id, Jerez — Usai kecelakaan yang merenggut nyawa pembalap muda Spanyol, Dean Berta Vinales, yang merupakan sepupu dari pembalap MotoGP, Maverick Vinales, di kelas WorldSSP 300 di Jerez, Sabtu (25/9/2021) kemarin, diputuskan untuk tidak melanjutkan semua sisa di hari itu. Kemudian mengadakan pertemuan di sore hari untuk melihat apa yang harus dilakukan untuk hari Minggu setelah tragedi Dean Vinales.

Dalam kesepakatan dengan keluarga pembalap, diputuskan untuk melanjutkan balapan dengan tujuan mengenang anak berusia 15 tahun itu. Dalam satu akhir pekan balap WSBK (Superbike, Supersport 600 dan Supersport 300) ada dua hari balapan, yakni Sabtu dan Minggu.

Keputusan ini – seperti yang terjadi dalam kasus Jason Dupasquier – tidak berjalan baik dengan semua pembalap. Orang yang paling memposisikan dirinya menentangnya adalah mantan pebalap MotoGP, Michel Fabrizio, yang dengan tegas menolak untuk ambil bagian dalam balapan Supersport dengan tim Puccetti hari Minggu ini.

“Besok (Minggu, 26 September) saya akan menolak untuk menghormati kehidupan manusia (dengan cara tetap balapan, yang dianggapnya tidak benar),” kata pembalap Italia itu dalam sebuah posting di media sosial.

“Hari ini saya menyaksikan hari yang buruk, kehilangan seorang pembalap berusia 15 tahun,” sambungnya, sebagaimana dimuat Motorsport.

Fabrizio juga memprotes Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM), karena dalam kelas ini ada terlalu banyak peserta, masih muda dan belum punya banyak pengalaman. “Saya telah melihat banyak balapan seperti ini dalam kelas ini, dan setiap kali satu selesai, ada napas lega karena hasilnya bagus,” katanya.

“Tapi sayangnya itu tidak selalu berjalan dengan baik dan hari ini (Sabtu) tidak dapat diprediksi atau mungkin apa yang kita tahu akan terjadi telah terjadi,” sambungnya.

Read more

Ditumbangkan Pemain Muda Kanada di Piala Sudirman 2021, Jonatan Christie: Bukan Lawan Mudah

Ditumbangkan Pemain Muda Kanada di Piala Sudirman 2021, Jonatan Christie Akui Bukan Lawan Mudah

Asport.Akurasi.id, Jakarta – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie gagal merebut kemenangan pada penampilan perdanannya di Piala Sudirman 2021. Jonatan bertekuk lutut melawan Brian Yang asal Kanada di babak penyisihan Grup C dengan skor 21-9, 22-20, 21-18 di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Senin (27/9/2021) malam WIB.Kekalaan Jojo membuat Indonesia tertinggal 1-2 dari Kanada. Sebelumnya di tunggal putri, Ester Nurumi Tri Wardoyo kalah dari Rachel Chan 22-24, 21-8, 21-18. Di partai pertama, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menang atas B.R. Sankeerth/Nyl Yakura, 21-16 dan 21-10.

“Terus terang saya merasa kecewa karena kekalahan ini dan tidak bisa menyumbang poin untuk Indonesia. Saya minta maaf atas kegagalan ini,” sebut Jojo usai laga.

Untungnya, di partai keempat, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menumbangkan Rachel Chan/Catherina Choi dengan skor 21-16 dan 21-10. Di partai pemungkas, ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga menang mudah atas B.R Sankeerth/Crystal Lai dengan skor 21-14 dan 21-10.

Indonesia pun menang 3-2 dan lolos ke perempat final Piala Sudirman 2021. Sebelumnya, Indonesia menang atas Rusia 5-0.

Lawan Sulit Hingga Sesalkan Tak Ada Teknologi Hawk Eye

Menurut Jojo, tidak mudah menghadapi Brian Yang yang mulai menanjak di Olimpiade 2020. Pemain berusia 19 tahun itu membuat unggulan Chinese Taipei, Chou Tien Chen pontang-panting di babak penyisihan grup.

Jojo pun menyadari Brian Yang bukan lawan mudah saat melihat rekaman video ketika Brian berhadapan dengan Anders Antonsen pada laga Minggu (26/9/2021).

“Saya memang kalah dan banyak pelajaran dipetik. Ketika unggul dan sempat kehilangan satu poin di gim kedua, seharusnya saya tidak perlu mengubah strategi dengan bermain cepat yang menjadi kesukaan Brian. Sebagai pemain dia memiliki track record yang juga tidak jelek-jelek amat,” sebut Jojo.

Satu hal yang disesalkan oleh Jojo adalah tidak diterapkannya teknologi mata elang di lapangan 3. Ketika ada keputusan hakim garis seperti yang dirasakan di poin terakhir, dirinya tidak bisa meminta review.

“Bukan soal kalah, tetapi kejuaraan sebesar ini harusnya seluruh lapangan ada teknologi hawk eye agar pertandingan lebih fair,” ujar Jojo. (*)

Sumber: Bola.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

Puluhan Pekerja Media Massa di Bontang Siap Ramaikan Pekan Olahraga Insan Pers

Puluhan Pekerja Media Massa di Bontang Siap Ramaikan Pekan Olahraga Insan Pers

Puluhan pekerja media massa di Bontang siap ramaikan Pekan Olahraga Insan Pers. Bulu tangkis dan domino dipilih sebagai lomba yang dipertandingkan. Dibagi putra dan putri. Tidak ada biaya pendaftaran alias gratis.

Akurasi.id, Bontang – Pekan Olahraga Insan Pers (Pois) Bontang, Kalimantan Timur tinggal hitungan hari. Sebanyak 50 lebih pekerja media siap meramaikan kegiatan perdana ini. Mereka berasal dari media cetak, televisi, hingga media daring. Mulai pimpinan media, wartawan, hingga staf ikut memeriahkan.

Kegiatan yang berlangsung mulai Jumat (24/9) sampai Selasa (28/9) ini hasil kerja bersama lintas organisasi. Mulai dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bontang, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bontang, Lintas Media Borneo, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang.

“Tujuannya silaturahmi. Mungkin ada yang belum kenal satu sama lain, makanya ajang ini bisa wadah berkenalan, sekalian buat olahraga,” kata Kusnadi Said, Ketua Panitia dalam rilisnya, Rabu (22/9/2021) petang.

Puluhan Pekerja Media Massa di Bontang Siap Ramaikan Pekan Olahraga Insan Pers

Kusnadi Said (kiri) dan panitia siap mematangkan persiapan Pekan Olahraga Insan Pers. (Istimewa)

Kata Kusnadi, bulu tangkis dan domino dipilih sebagai lomba yang dipertandingkan. Dibagi putra dan putri. Tidak ada biaya pendaftaran alias gratis. Sementara untuk hadiah totalnya jutaan rupiah. Semua hadiah dari para sponsor.

“Persiapannya sudah 90 persen. Doakan berjalan lancar sampai acara selesai. Kami pun menerapkan protokol kesehatan selama pertandingan berlangsung,” ujarnya.

Ia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Agar kegiatan serupa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dapat dilakukan maksimal dan lebih meriah lagi.

“Terima kasih atas partisipasi teman-teman untuk ikut  turnamen ini. Terima kasih juga buat sponsor. Semoga ke depan kegiatan ini bisa lebih meriah dan lebih baik lagi,” harapnya. (*)

Penulis: Uci

Editor: Redaksi

Barisan Pemain BRI Liga 1 yang Dipanggil Timnas Indonesia Senior untuk Playoff Kualifikasi Piala Asia 2023

Barisan Pemain BRI Liga 1 yang Dipanggil Timnas Indonesia Senior untuk Playoff Kualifikasi Piala Asia 2023

Asport.Akurasi.id, Jakarta – Shin Tae-yong telah memilih 36 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia. Hal ini dilakukan pelatih asal Korea Selatan tersebut untuk mempersiapkan diri jelang playoff Kualifikasi Piala Asia 2023.

Skuad Garuda bakal menghadapi Taiwan dalan dua leg pertandingan. Laga perdana bakal dihelat di Indonesia pada 9 Oktober, sementara leg kedua bakal dimainkan di Taiwan berselang tiga hari.

Dalam pemanggilan kali ini, beberapa nama muka baru turut dimasukkan oleh pelatih berusia 52 tahun tersebut. Bergulirnya BRI Liga 1 2021/2022 menjadi sebuah keuntungan tersendiri baginya. Pasalnya, Shin Tae-yong tak perlu lagi meraba-raba pemain yang bakal dipanggil. Walaupun baru berjalan tiga pekan, beberapa nama memang telah mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia.

Winger muda Persipura Jayapura, Ramai Melvin Rumakiek merupakan salah satu nama yang menonjol bersama timnya dan dipanggil Timnas Indonesia. Meskipun Mutiara Hitam, julukan Persipura terbenam di posisi juru kunci, pemain berusia 19 tahun berhasil menciptakan gol pada laga debutnya di Liga 1. Selain pemain asal Papua tersebut, beberapa nama pemain yang sedang on fire di BRI Liga 1 dipanggil Shin Tae-yong. Siapa saja mereka?

Kiper: Ada Nama Ernando Ari

Barisan Pemain BRI Liga 1 yang Dipanggil Timnas Indonesia Senior untuk Playoff Kualifikasi Piala Asia 2023

Kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi menendang bola saat melawan Borneo FC dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). Persebaya kalah 1-3. (Bola.com)

Kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari sebenarnya bukan muka baru di tim nasional kelompok umur. Tetapi, pemanggilan namanya kali ini merupakan yang pertama baginya untuk Timnas Indonesia.

Pemain berusia 19 tahun itu seperti mendapat berkah dari cederanya kiper utama, Satria Tama. Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso memberikan kepercayaan penuh kepadanya dalam tiga laga perdana.

Penampilannya sebenarnya tak terlalu buruk-buruk amat. Meskipun dalam tiga laga tersebut, dirinya telah memungut bola dari gawangnya sebanyak tujuh kali. Dilansir dari laman resmi kompetisi, dirinya berhasil mengumpulkan 10 penyelamatan atau rata-rata tiga penyelamatan lebih dari tiga laga tersebut. Tak hanya itu, dirinya mengusai daftar tersebut melampaui catatan Ega Rizky (PSS) hingga Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta).

Belakang: Dany Saputra dan Bayu Muhammad Fiqri

Barisan Pemain BRI Liga 1 yang Dipanggil Timnas Indonesia Senior untuk Playoff Kualifikasi Piala Asia 2023

Bek kiri Persik, Dany Saputra. (Bola.com)

Dalam daftar panggilan TC Timnas Indonesia ini terdapat dua debutan baru yang beroperasi di sektor bek sayap. Dany Saputra (Persik Kediri) dan Bayu Muhammad Fiqri (Persib Bandung) berhasil memikat hati Shin Tae-yong.

Sebagai seorang bek sayap, keduanya tak hanya lugas dalam mengawal pertahanan. Tetapi juga aktif melakukan penetrasi yang dibutuhkan sekaligus mengirim umpan manja ke jantung pertahanan lawan.

Hal tersebut dibuktikan Dany Saputra pada pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 kontra Borneo FC. Tak hanya mematikan pergerakan Terens Puhiri, tetapi dari umpan silangnya tercipta peluang yang akhirnya berbuah gol Ady Eko Jayanto.

Pun demikian pula dengan Bayu Muhammad Fiqri. Dipercaya tampil sebagai starter dalam dua laga perdana, sisi kanan pertahanan Persib Bandung terlihat bertenaga yang menghasilkan dua kemenangan di laga tersebut.

Tengah: M. Lutfi Kamal Baharsyah dan Ricky Kambuaya

Barisan Pemain BRI Liga 1 yang Dipanggil Timnas Indonesia Senior untuk Playoff Kualifikasi Piala Asia 2023

Gelandang Barito Putera, Lutfi Kamal (tengah) duel udara dengan pemain Persija Jakarta, Sandi Sute dan Ramdani Lestaluhu pada laga perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/4/2021). (Bola.com)

Beralih ke lini kedua, ada dua nama menonjol yang terbilang baru untuk TC timnas Indonesia. M. Lutfi Kamal Baharsyah (Barito Putera) dan Ricky Kambuaya (Persebaya Surabaya) menampilkan permainan solid di tengah lapangan.

Sayangnya, kedua pemain tersebut tak benar-benar bisa membawa timnya masing-masing keluar dari keterpurukan. Barito Putera baru mengemas satu poin, sementara Persebaya Surabaya sedikit lebih baik dengan tiga angka dari tiga laga yang dijalani.

Namun, penampilan keduanya tetap layak mendapatkan perhatian khusus. Tak salah bila Shin Tae-yong memanggil keduanya yang memiliki karakter dan peran berbeda sebagai seorang gelandang.

Lutfi Kamal Baharsyah bertugas menemani seniornya, Bayu Pradana mengatur distribusi bola dari garis tengah lapangan. Perannya pun terbilang krusial sebagai filter pertama serangan lawan.

Sementara, Ricky Kambuaya tampil lebih dinamis dengan peran sebagai gelandang box to box. Dua gol yang telah dikoleksinya merupakan bukti kemampuannya muncul dari second line.

Depan: Osvaldo Haay dan Irfan Jaya

Barisan Pemain BRI Liga 1 yang Dipanggil Timnas Indonesia Senior untuk Playoff Kualifikasi Piala Asia 2023

Osvaldo Haay juga selalu tampil dalam setiap pertandingan Persija Jakarta. Catatan statistiknya pun lumayan, dirinya berkontribusi terhadap tiga gol Macan Kemayoran. (Foto: Bola.com)

Dua nama terakhir merupakan winger lincah dari Persija Jakarta dan PSS Sleman. Baik Osvaldo Haay dan Irfan Jaya selalu diandalkan mengobrak-abrik pertahanan lawan di tiga laga yang telah dijalani.

Walaupun sama-sama belum mencetak gol, peran keduanya sangat krusial. Sejauh ini, Osvaldo Haay tercatat memberikan satu assist sementara Irfan Jaya bahkan sudah melakukannya sebanyak dua kali.

Kecepatan tentu merupakan modal utama keduanya dalam menyisir garis pinggir lapangan. Namun, mereka dibekali skill individu yang mumpuni untuk melewati hadangan satu atau dua pemain.

Tak jarang aksi mereka berhasil menembus kotak penalti. Saat mereka telah tiba di kotak terlarang, hampir dipastikan pertahanan lawan bakal kelimpungan antara menutup ruang tembak atau mengawal rekan-rekannya yang siap menyambut bola. (*)

Sumber: Bola.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

BRI Liga 1: Persib Dijagokan Sebagai Juara Lantaran Punya 8 Pemain Asing, Robert Alberts Respons

BRI Liga 1: Persib Dijagokan Juara Lantaran Punya 8 Pemain Asing, Robert Alberts Respons

Asport.Akurasi.id, Bandung – Persib Bandung menjadi tim yang dijagokan menjadi jawara BRI Liga 1 2021/2022. Alasannya, Maung Bandung dianggap punya delapan pemain asing, meski empat diantaranya sudah berstatus naturalisasi, yaitu Marc Klok, Ezra Walian, Esteban Vizcarra, dan Victor Igbonefo.

Beberapa tim lawan menilai pasukan Robert Alberts ini pantas menjadi juara. Bahkan Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, berseloroh ‘keterlaluan’ jika sampai tidak juara. Meski demikian, pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, tidak merasa terbebani dengan sentilan atau sindiran timnya memiliki delapan pemain asing.

Kepada awak media selepas sesi latihan di Stadion GBLA, Kota Bandung, Senin (20/9/2021), pelatih asal Belanda itu mengaku tidak merasa terbebani dengan sindiran tersebut.

“Tidak sama sekali. Saya rasa ada dua kategori di sana. Jika melihat pemain seperti Victor Igbonefo, berapa lama dirinya bermain di sini dan sejak kapan dia mendapatkan paspor Indonesia, itu sudah bertahun-tahun yang lalu,” jelas Robert Alberts.

“Jadi memang dia lahir di luar tapi gaya bermainnya sudah bisa dikatakan seperti pemain Indonesia. Begitu juga dengan Esteban Vizcarra, berapa lama dia berada di sini,” tambah pelatih Persib Bandung asal Belanda itu.

Marc Klok Berbeda

BRI Liga 1: Persib Dijagokan Sebagai Juara Lantaran Punya 8 Pemain Asing, Robert Alberts Respons

Marc Klok. Gelandang naturalisasi asal Belanda berusia 28 tahun ini didatangkan Persib Bandung dari Persija Jakarta pada 30 Juni 2021 menjelang bergulirnya BRI Liga 1 2021/2022. (Bola.com)

Namun, menurut Robert, Marc Klok memang berbeda lantaran baru mendapatkan status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) atau naturalisasi belum lama ini.

“Jadi oke, dia bisa dikatakan sebagai pemain asing, tapi kami memasukan mereka berdasarkan regulasi. Artinya mereka adalah pemain Indonesia yang sah didaftarkan sebagai lokal. Bisa dikatakan mereka pemain asing, tapi tidak pada prinsipnya,” cetus Robert.

Pelatih berusia 66 tahun itu tidak merasa terbebani dengan sindiran tersebut dan tetap fokus untuk menatap laga di BRI Liga 1 2021/2022, terlebih Persib akan bertanding lawan Borneo FC.

“Rabu (22/9/2021) kami akan berangkat karena pertandingannya Kamis (23/9/2021), jadi kami tetap fokus dengan membawa 24 pemain karena kami ada pertandingan lainnya setelah itu,” tutur Robert.

Persib Lega Lima Pemain Ini Ikut Latihan

Sementara itu, Robert Alberts cukup lega karena lima pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia tetap bisa memperkuat Persib Bandung kala menghadapi Borneo FC pada laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022, Kamis (23/9/2021).

Lima pemain Persib Bandung dipanggil ke Timnas Indonesia. Kelima pemain itu adalah Victor Igbonefo, Ezra Walian, Febri Hariyadi, Bayu Fiqri, dan Aqil Savik. Awalnya pemanggilan tersebut tentu membuat kekuatan Maung Bandung bakal berkurang saat tampil di BRI Liga 1 2021/2022.

Namun, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, disebut Robert Alberts, telah melakukan komunikasi dengan PSSI dan Timnas Indonesia.

“Teddy sudah berkomunikasi dengan tim nasional dan PSSI yang jelas menyatakan bahwa tim yang lebih dari empat pemainnya terpilih oleh tim nasional tidak perlu melepas pemain tersebut tiga hari sebelum pertandingan,” ujar Robert Alberts setelah memimpin sesi latihan di Stadion GBLA, Kota Bandung, Senin (20/9/2021).

Robert Alberts mengatakan para pemain yang terpanggil ke Timnas Indonesia masih bisa tetap bertahan bersama Persib Bandung untuk melakukan persiapan laga selanjutnya di BRI Liga 1 melawan Borneo FC nanti.

“Jangan lupa jika lima pemain dipanggil ke Timnas Indonesia, maka itu akan memberikan dampak yang besar. Jadi itu keputusan yang bagus,” ujar pelatih Persib Bandung asal Belanda itu. (*)

Sumber: Bola.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

Beda Performa dan Hasil Dua Megabintang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Bersama Klub Baru

Beda Performa dan Hasil Dua Megabintang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Bersama Klub Baru

Asport.Akurasi.id – Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah memulai petualangan bersama klub baru pada musim ini. Namun, penampilan dua megabintang itu berbeda 180 derajat. Penampilan keduanya kerap mendapatkan perbincangan hangat dalam beberapa laga terakhir yang mereka lakoni.

Masa depan Ronaldo dan Messi kerap dispekulasikan sepanjang bursa transfer musim panas 2021. CR7 dikabarkan ingin angkat kaki dari Juventus karena sulit bersaing di Liga Champions, sedangkan La Pulga tak kunjung memperpanjang kontraknya yang berakhir pada 30 Juni 2021.

Hingga akhirnya, Cristiano Ronaldo memilih pergi dari Juventus dan kembali ke pelukan Manchester United pada 27 Agustus lalu. Ronaldo ditebus MU dari Juve dengan harga 12,85 juta poundsterling.

Sementara itu, Lionel Messi harus angkat kaki dari Barca karena tak bisa menandatangani kontrak baru akibat terbentur aturan salary cap yang ditetapkan La Liga. Messi akhirnya bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 10 Agustus lalu dengan status bebas transfer.

Kedua pemain terbaik di dunia itu telah menjalani debut bersama klub barunya masing-masing. Namun, ada perbedaan mencolok dari performa Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi pada awal musim ini.

Cristiano Ronaldo Moncer dan Tampil Trenginas Bersama MU

Beda Performa dan Hasil Dua Megabintang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Bersama Klub Baru

Ekspresi bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo, pada laga kontra West Ham United di London Stadium pada duel Liga Inggris 2021/2022, Minggu (19/9/2021). (AP Photo/Ian Walton)

Kembali berseragam Manchester United, Cristiano Ronaldo mengaku bahagia. Dia rela mendapatkan sanksi kartu kuning saat membela Timnas Portugal pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022, demi bisa secepatnya memperkuat MU.

Ronaldo diyakini tampil ketika Tim Setan Merah meladeni Newcastle United pada laga pekan keempat Premier League, 11 September lalu. Akan tetapi, CR7 sempat diragukan bisa bermain dalam pertandingan tersebut. Pasalnya, Cristiano Ronaldo dirasa tak cukup fit untuk bisa bermain pada laga kontra Newcastle, setelah sebelumnya membela Timnas Portugal dan harus menjalani isolasi mandiri.

Tetapi pada kenyataannya, Ronaldo menjadi starter dalam duel yang berlangsung di Old Trafford tersebut. Pemain berusia 36 tahun itu tampil moncer dan berhasil mencetak dua gol, yakni pada menit ke-45 dan 62′. Manchester United akhirnya menyudahi laga dengan kemenangan 4-1 atas Newcastle United.

Ketajaman Cristiano Ronaldo kembali berlanjut dalam dua pertandingan terakhir. Dia berhasil menyumbangkan satu gol saat MU kalah 1-2 dari Young Boys di Liga Champions, dan satu gol ke gawang West Ham United (2-1) pada laga lanjutan Premier League. Dengan torehan tersebut, Cristiano Ronaldo telah mengoleksi empat gol dari tiga laga terakhir bersama Manchester United.

Performa Lionel Messi Melempem dan Ngambek

Beda Performa dan Hasil Dua Megabintang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Bersama Klub Baru

Megabintang Lionel Messi tampak kecewa usai gagal membawa Paris Saint-Germain (PSG) meraih kemenagan atas Club Brugge pada matchday 1 Grup A Liga Champions 2021/2022 di Jan Breydel Stadium, Kamis (16/9/2021). (AFP/Kenzo Tribouillard)

Di sisi lain, kehadiran Lionel Messi disambut gegap gempita oleh suporter Paris Saint-Germain. La Pulga diharapkan bisa membawa PSG mengukir prestasi di Prancis dan juga Eropa. Setelah resmi bergabung pada 10 Agustus 2021, Lionel Messi tak bisa langsung menjalani debut bersama Les Parisiens. Messi mendapatkan jatah liburan lebih, karena baru memperkuat Timnas Argentina di Copa America 2021.

La Pulga akhirnya menjalani laga perdana bersama Paris Saint-Germain ketika bersua Reims, dalam pertandingan pekan keempat Ligue 1 di Stade Auguste-Delaune, 29 Agustus lalu. Masuk ke lapangan pada menit ke-66 menggantikan Neymar, Lionel Messi mendapat sambutan dari suporter yang memadati stadion. Akan tetapi, Messi masih belum memperlihatkan sentuhan magisnya.

Lionel Messi tak mampu menjaringkan gol ke gawang Reims. Meski Messi tidak mencatatkan namanya di papan skor, PSG berhasil mengunci kemenangan dengan skor 2-0. Dalam dua pertandingan selanjutnya, yakni kontra Club Brugge di Liga Champions dan Olympique Lyon di Ligue 1, Lionel Messi menghuni starting XI Paris Saint-Germain.

Namun, Messi masih melempem dan gagal mencetak satu pun gol. Alhasil, Lionel Messi belum mendulang gol bersama Paris Saint-Germain. Tak hanya itu, Messi juga terlihat kesal dalam pertandingan melawan Lyon. Pada laga di Parc des Princes tersebut, La Pulga kesal dengan pelatih PSG, Mauricio Pochettino, yang menariknya keluar. (*)

Sumber: Bola.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

Enea Bastianini Jadi Rokie Kedua yang Naik Podium, Berikut Hasil MotoGP San Marino

Enea Bastianini Jadi Rokie Kedua yang Naik Podium, Berikut Hasil MotoGP San Marino

Asport.Akurasi.id, Misano – Pembalap Avintia Esponsorama, Enea Bastianini, menjalani balapan yang istimewa pada MotoGP San Marino 2021 yang digelar di Sirkuit Marco Simoncelli, Minggu (19/9/2021) malam WIB. Pembalap asal Italia itu berhasil mencetak rekor lap plus naik podium.Selain itu, Enea Bastianini juga membubuhkan catatan tersendiri. Enea Bastianini jadi rokie atau pembalap rokie kedua yang berhasil meraih podium pada MotoGP 2021. Sebelumnya, Jorge Martin menjadi juara sekali dan podium ketiga sebanyak dua kali. Persaingan MotoGP 2021 semakin kompetitif.

Sejauh ini, ada dua pembalap rokie yang belum menunjukkan prestasi pada MotoGP 2021 yakni Luca Marini dan Lorenzo Savadori. Selain itu, balapan MotoGP 2021 masih menyisakan empat seri lagi. Menarik untuk menyaksikan persaingan para pembalap dalam menjadi yang terbaik.

Sebelumnya, pembalap Avintia Esponsorama, Enea Bastianini, menjalani balapan yang istimewa pada MotoGP San Marino 2021 yang digelar di Sirkuit Marco Simoncelli, Minggu (19/9/2021) malam WIB. Pembalap asal Italia itu berhasil mencetak rekor lap plus naik podium. Hasil ini sekaligus membuat Enea Bastianini jadi rokie kedua yang naik podium.

Enea Bastianini mengawali balapan MotoGP San Marino 2021 di posisi yang kurang ideal yakni 12. Namun, Enea Bastianini berhasil melakukan start bagus sehingga berada di rombongan terdepan.

Enea Bastianini awalnya berada di peringkat kelima saat balapan baru berlangsung selama lima lap. Enea Bastianini mendapatkan tekanan dari Marc Marquez yang berusaha menyalipnya.

Namun, Enea Bastianini berhasil mendahului Jorge Martin dan Jack Miller sehingga berada di urutan ketiga. Enea Bastianini bahkan sempat mencatatkan rekor baru di Sirkuit Marco Simoncelli pada lap ke-17 dengan catatan waktu 1 menit 32,242 detik.

Enea Bastianini akhirnya finis di urutan ketiga dengan catatan waktu +4,789 detik dari Francesco Bagnaia. Pencapaian ini menjadi yang pertama pada MotoGP 2021.

Hasil Lengkap MotoGP San Marino

  1. Francesco Bagnaia (Ducati) 41 menit 48,305 detik
  2. Fabio Quartararo (Yamaha) +0,364 detik
  3. Enea Bastianini (Avintia Esponsorama) +4,789 detik
  4. Marc Marquez (Repsol Honda) +10,245 detik
  5. Jack Miller (Ducati) +10,469 detik
  6. Joan Mir (Suzuki) +10,569 detik
  7. Pol Espargaro (Repsol Honda) +13,478 detik
  8. Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) +15,942 detik
  9. Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) +16,373 detik
  10. Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) +18,763 detik
  11. Michele Pirro (Pramac Ducati) +20,373 detik
  12. Johan Zarco (Pramaca Ducati) +21,066 detik
  13. Maverick Vinales (Aprilia Racing Team Gresini) +21,258 detik
  14. Stefan Bradl (Repsol Honda) +28,142 detik
  15. Alex Marquez (LCR Honda Castrol) +30,686 detik
  16. Danilo Petrucci (Tech3 KTM Factory Racing) +32,654 detik
  17. Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT) +33,853 detik
  18. Franco Morbidelli (Monster Energy Yamaha MotoGP) +36,282 detik
  19. Luca Marini (Sky VR46 Esponsorama) +36,839 detik
  20. Miguel Oliveira (Red Bull KTM Factory Racing) +37,202 detik
  21. Andrea Dovizioso (Petronas Yamaha SRT) +42,587 detik

Sumber: MotoGP, Bola.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

Tag:

 

Catatan Manis MotoGP San Marino untuk Enea Bastianini, Cetak Rekor Lap Hingga Naik Podium

Catatan Manis MotoGP San Marino untuk Enea Bastianini, Cetak Rekor Lap Hingga Naik Podium

Asport.Akurasi.id, Misano – Pembalap Avintia Esponsorama, Enea Bastianini, menjalani balapan yang istimewa pada MotoGP San Marino 2021 yang digelar di Sirkuit Marco Simoncelli, Minggu (19/9/2021) malam WIB. Pembalap asal Italia itu berhasil mencetak rekor lap plus naik podium. Ini benar-benar menjadi catatan yang teramat manis dan istimewa bagi Enea Bastianini.Alasan itu tentunya wajar dan luar biasa bagi Enea Bastianini, sebab dia mengawali balapan MotoGP San Marino 2021 di posisi yang kurang ideal yakni 12. Namun, Enea Bastianini berhasil melakukan start bagus sehingga berada di rombongan terdepan.

Enea Bastianini awalnya berada di peringkat kelima saat balapan baru berlangsung selama lima lap. Enea Bastianini mendapatkan tekanan dari Marc Marquez yang berusaha menyalipnya.

Namun, Enea Bastianini berhasil mendahului Jorge Martin dan Jack Miller sehingga berada di urutan ketiga. Enea Bastianini bahkan sempat mencatatkan rekor baru di Sirkuit Marco Simoncelli pada lap ke-17 dengan catatan waktu 1 menit 32,242 detik.

Enea Bastianini akhirnya finis di urutan ketiga dengan catatan waktu +4,789 detik dari Francesco Bagnaia. Pencapaian ini menjadi yang pertama pada MotoGP 2021.

“Saya tak tahu harus berkata apa. Saya yakin bisa melakukannya dengan motor ini karena tahu kelebihannya. Pada akhirnya saya banyak bertarung pada balapan, meskipun sulit untuk memangkas jarak untuk meraih podium,” kata Enea Bastianini selepas balapan, seperti dilansir situs MotoGP.

“Setelah saya menyalip Jack Miller saya merasa ini saatnya memberikan banyak tekanan. Saya melihat Fabio Quartararo dengan jarak yang dekat, namun mungkin sulit untuk menyalipnya. Meski demikian, saya bahagia bisa meraih podium pertama ini, seperti keajaiban buat saya.”

Tambahan 16 poin hasil podium ketiga di MotoGP San Marino 2021 membuat Enea Bastianini memperbaiki peringkat di klasemen sementara. Enea Bastianini kini berada di urutan ke-15 dengan jumlah 61 poin. (*)

Sumber: MotoGP, Bola.com
Editor: Redaksi Akurasi.id