badminton

Tarik Wisatawan ke Selambai Lewat Turnamen Bulu Tangkis

Tarik Wisatawan ke Selambai Lewat Turnamen Bulu Tangkis

Tarik wisatawan ke Selambai lewat turnamen bulu tangkis. Diharapkan dengan turnamen khusus bagi warga Loktuan, Guntung, dan Sidrap ini, dapat menarik wisatawan untuk menonton.

Akurasi.id, Bontang – Turnamen Bulu Tangkis Selambai Cup akan bergulir dalam waktu dekat ini. Perhelatan tahunan tersebut akan digelar pada 15 – 21 November 2021. Sebanyak 96 atlet bulu tangkis akan ambil bagian dalam perhelatan tersebut.

Rencananya, perhelatan itu akan digelar di Gedung Pertemuan Kampung Selambai, Loktuan Bontang Utara. Dalam ketentuan turnamen akan menerapkan sistem pertandingan beregu. Rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang. Pun sejumlah perwakilan perusahaan akan turut hadir meramaikan ajang turnamen tahunan itu.

“Peserta yang dikhususkan bagi warga Loktuan, Guntung dan Sidrap tersebut bertujuan untuk memaksimalkan potensi atlet bulu tangkis khusus di wilayah tersebut. Mudahan ada potensi atlet yang berbakat,” ujar ketua panitia Fahrul. Minggu (14/11/2021).

Kata Fahrul, untuk kelancaran agenda itu, pihaknya banyak menerima dukungan dari perusahaan dan pemerintahan.  “Terima kasih atas bantuan semua pihak, sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pemuda Pesisir Loktuan Bersatu (IPPLB), Nurdin mengatakan sebagai pemuda Kampung Selambai dirinya ingin menjadikan ajang tersebut sebagai pemantik untuk memperkenalkan destinasi yang ada di Selambai.

“Hal ini sebagai salah satu semangat pemuda untuk berkreasi memperkenalkan Selambai sebagai destinasi wisata kuliner. Dan juga upaya tarik wisatawan ke Selambai, semoga ini bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Nurdin berharap, kedepannya Kampung Selambai akan menjadi magnet baru untuk tempat wisata. Bersama Gerakan Pemuda Selambai (GPS) Saat ini pihaknya sedang menyiapkan agenda penting baik itu berupa pembenahan Kampung Selambai maupun promosi wisata.

“Kami sedang siapkan agenda penting untuk perkenalkan Kampung Selambai tentunya kami akan bersinergi dan membutuhkan dukungan banyak pihak. Baik itu tokoh masyarakat, pembina dan pemangku kepentingan yang ada,” ujarnya (*)

Penulis: Fajri Sunaryo

Editor: Redaksi

 

Indonesia Bawa Pulang Piala Thomas 2020, Akhir Puasa Panjang 19 Tahun

Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Akhiri Puasa Panjang 19 Tahun

Asport.Akurasi.id, Jakarta – Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China. Puasa gelar dua dekade Merah-Putih di ajang ini berakhir sudah setelah dengan kemenangan yang didapatkan para atlet bulutangkis Indonesia.Piala Thomas itu didapatkan setelah Indonesia mengunci gelar juara itu usai Jonatan Christie memenangi partai ketiga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10) malam WIB. Jonatan mengalahkan Li Shi Feng 21-14, 18-21, dan 21-14.

Sebagaimana diberitakan Detik.com, Indonesia secara total menang 3-0 setelah memenangi dua partai pertamanya, yakni Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Lu Guang Zu dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-16.

Lalu, dilanjutkan di partai kedua ketika ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menumpas He Ji Ting/Zhou Hao Dong dengan dua gim langsung, 21-12 dan 21-19.

Indonesia pun menggagalkan misi China untuk mempertahankan gelar juara yang direbut pada 2018. Kemenangan ini sekaligus menuntaskan rasa penasaran Indonesia selama hampir 20 tahun lamanya untuk mengangkat trofi Piala Thomas lagi.

Ya, sebelum ini, Indonesia terakhir kali berjaya di ajang ini pada 2002. Saat itu Taufik Hidayat dkk. mengalahkan Malaysia dengan skor 3-2 di Guangzhou, China. Setelah itu, Indonesia tidak bisa menghentikan dominasi China yang meraih enam gelar dari delapan edisi terakhir.

Read more

Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Sukses Libas China 3-0, Jonatan Christie Kunci Kemenangan

Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Sukses Libas China 3-0, Jonatan Christie Kunci Kemenangan

ASport.Akurasi.id, JakartaIndonesia juara Piala Thomas 2020 usai libas China 3-0 di partai final. Jonatan Chrstie jadi penentu usai mengalahkan Li Shi Feng 21-14, 18-21, 21-14 dan di Ceres Arena, Minggu (17/10/2021) malam WIB.Jonatan bermain tanpa celah pada game pertama. Atlet yang akrab disapa Jojo itu dengan mudah meraup poin demi poin dan unggul jauh 8-2. Setelahnya Li Shi Feng bisa bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 6-6. Untungnya Jojo tak panik dan konsisten meraih poin hingga unggul 11-6 saat interval.

Sebagaimana diberitakan Inews.id, Li Shi Feng mampu bangkit di fase berikutnya. Tunggal putra peringkat ke-65 dunia itu menyamakan kedudukan 14-14. Tapi Jojo kembali menemukan ritme permainan. Dia berhasil mengumpulkan poin demi poin dan memastikan kemenangan game pertama setelah pukulan Li Shi Feng menyangkut net.

Di game kedua Li Shi Feng langsung tancap gas. Dia unggul 11-5. Tapi Jojo tak pantang menyerah dan bisa bangkit. Poin demi poin dia raih hingga skor seimbang 16-16. Tapi setelahnya Li Shi Feng yang mendominasi permainan dan memenangkan game kedua setelah pukulan Jojo membentur net.

Masih diberitakan Inews.id, laga berlanjut ke rubber game. Kedua pebulutangkis bermain ngotot di game penentuan. Kedudukan imbang beberapa kali menghiasi papan skor. Namun Li Shi Feng yang akhirnya unggul 11-10 di interval setelah pukulan Jojo membentur net. Susul menyusul poin kembali tersaji pada game berikutnya.

Tapi mental juara Jojo berbicara. Sedangkan sang lawan kerap melakukan kesalahan sendiri. Jojo akhirnya memenangkan pertandingan. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu mendapatkan poin terakhir setelah smashnya tak bisa dikembalikan. Ini pertama kalinya Kontingen Merah Putih juara Piala Thomas setelah 19 tahun. Selamat Tim Thomas Indonesia!

Read more

Tips Memilih Raket Badminton yang Perlu Diperhatikan

Tips Memilih Raket Badminton yang Perlu Diperhatikan

Akurasi.id – Selain butuh shuttlecock atau biasa disebut kok, Anda juga butuh raket untuk bisa main bulu tangkis. Akan tetapi, Anda tidak boleh sembarangan pakai raket badminton agar sukses jadi bintang lapangan. Ketika Anda ingin membeli raket badminton untuk berolahraga, ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan sebelum membelinya.

Raket bulu tangkis terdiri dari tiga bagian utama. Head atau kepala raket merupakan bagian yang berbentuk oval yang di tengahnya berisi jalinan senar untuk menahan dan memantulkan kok.

Selanjutnya, ada bagian shaft atau batang raket yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara kepala raket dengan bagian genggamannya. Lalu tepat di bawah shaft ada handle grip yang dialasi bantalan karet atau kainsebagai tempat jemari Anda menggenggam raket. Berikut tips memilih raket badminton yang harus diperhatikan dilansir dari hallosehat.com, Rabu (29/9/2021)

  1. Cek berat raket Anda

Berat raket ditandai dengan logo “U” yang bisa Anda lihat di bagian bawah handle raket.

  • U : 95-99 gr
  • 2U: 90-94 gr
  • 3U: 85-89 gr
  • 4U: 80-84 gr
  • 5U: 75-79 gr
  • 6U: 70-74 gr

Ukuran berat raket biasanya ditulis bersama ukuran lingkar pegangan raket. Contohnya ditulis seperti ini: 3UG5.

[irp]

Idealnya, raket badminton yang bagus adalah yang ringan. Yang paling banyak ditemukan adalah 3U, 4U, 5U, dan 6U. Raket yang terasa berat saat digenggam atau digerakkan justru akan membatasi rentang gerak lengan Anda, dan bisa menyebabkan cidera di lengan atau bahu jika Anda tidak terbiasa.

Itu sebabnya raket jenis U dan 2U lebih jarang ditemukan, dan biasanya hanya digunakan sebagai raket untuk melatih kekuatan pergelangan tangan dan otot lengan bawah.

Cek juga keseimbangan raket Anda. Raket badminton memiliki 3 tipe keseimbangan. Keterangan mengenai jenis keseimbangan tiap jenis raket dapat Anda temukan di bagian batang.

[irp]

  1. Cek jenis kepala raket

Raket bulu tangkis ada tiga jenis yakni ringan, berat, dan yang seimbang. Masing-masing jenis kepala raket ini memiliki fungsi yang berbeda.

Kepala raket yang berat bisa membantu Anda menembak smash ke arah lawan dengan lebih kuat dan akurat. Namun kelemahannya ada pada beratnya. Ini membuat ayunan Anda jadi lebih lambat saat raket digerakkan ketika Anda butuh melakukan respon tangkisan yang lincah dan cepat. Tambahan berat pada kepala raket ini juga bisa menambah beban pergelangan tangan ketika melakukan gerakan yang cepat.

Kalau Anda butuh melakukan pukulan yang cepat, pilihlah raket yang kepalanya ringan. Kepala raket yang lebih ringan juga memberikan Anda kendali yang lebih luwes untuk mengatur kekuatan dan gerak lengan saat memukul kok. Namun karena ringan, raket ini tidak banyak memberi dorongan tambahan ketika melakukan smash.

[irp]

Bagaimana dengan raket yang seimbang? Raket seimbang dinilai paling ideal, karena beratnya berada di antara dua jenis raket lainnya. Raket ini serbaguna karena bisa mendukung gerakan smash dan juga gerakan cepat untuk menangkis tembakan lawan.

  1. Cek bentuk kepala raket

Selain harus memilih beratnya, Anda juga harus memilih bentuk raket yang ideal untuk permainan Anda. Ada dua jenis kepala raket badminton: yang berbentuk kotak (isometrik) dan berbentuk oval (konvensional).

Perbedaannya ada di ‘sweet spot’ nya. Sweet spot adalah area di kepala raket yang akan memberi kekuatan maksimal jika pantulannya tepat mengenai titik tersebut. Sekarang ini lebih banyak raket dengan bentuk isometrik dibandingkan konvensional karena memberikan pantulan yang lebih baik.

[irp]

  1. Perhatikan bentuk batang raket

Batang raket badminton berkisar dari jenis fleksibel, sedang, kaku, dan ekstra kaku. Batang raket biasanya dipilih berdasarkan kecepatan ayunan pemainnya. Atlet bulu tangkis profesional biasanya memiliki teknik yang terjamin handal sehingga kecepatan ayunannya lebih cepat.

Itu sebabnya banyak pemain bulu tangkis pro yang menggunakan batang raket kaki atau ekstra kaku. Batang yang kaku dapat menunjang gerakan dan kekuatan ayunan dari para pemain profesional untuk menghasilkan performa yang bagus. Jenis ini juga akan memberikan pantulan kok yang lebih cepat.

Sedangkan bagi pemain pemula yang kemampuan ayunannya belum cukup terasa, lebih disarankan untuk menggunakan raket dengan batang fleksibel. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengayun dan menggerakkan raket dengan batang raket fleksibel. Batang raket fleksibel adalah pilihan yang baik untuk pemula karena juga dapat digunakan untuk berlatih teknik mengontrol ayunan, memukul, dan menangkis.

[irp]

  1. Cek ukuran pegangan raket

Seperti halnya berat raket secara keseluruhan, ukuran pegangan raket juga bervariasi. Biasanya ukuran ini akan tertulis sebagai huruf “G” di bagian handle raket dalam satuan inci bersama dengan ukuran berat raket.

  • G1: 4 in
  • G2: 3.75 in
  • G3: 3.5 in
  • G4: 3.25
  • G5: 3 in
  • G6: 2.75

Kebanyakan raket tersedia dalam ukuran G5 dan G4. Jika Anda tidak mengetahui berapa ukuran genggaman Anda yang pas, sebaiknya pilih ukuran yang paling kecil yang tersedia. Dari situ, Anda bisa menyesuaikan dengan ukuran yang lebih besar jika Anda merasa kekecilan dan tidak nyaman saat digenggam.

Jangan pilih raket yang menjadi andalan atlet favorit Anda

Sama seperti pemain bola yang memiliki sepatu bola pribadinya masing-masing, atlet bulu tangkis profesional juga memiliki koleksi raket bandminton mereka sendiri.

[irp]

Nah, kesalahan yang paling umum dilakukan oleh banyak pemain bulu tangkis amatir adalah mengikuti pilihan raket idolanya. Mungkin Anda tertarik membeli raket yang sama dengan pemain badminton idola Anda karena melihat ia bisa menghasilkan smash yang begitu dahsyat.

Padahal, pemain badminton profesional tidak sembarangan menggunakan raket. Spek raket yang mereka miliki sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kemahiran tekniknya untuk mendukung performanya. Selain itu, atlet profesional juga sudah melewati program latihan khusus untuk membiasakan dan melatih diri dengan penggunaan raket yang lebih berat.

Sembarangan pakai raket yang berat tidak hanya bisa menghambat kelancaran permainan Anda, tapi juga bisa menyebabkan cedera pergelangan tangan atau bahkan bahu saat melakukan pukulan. Maka, cocokkan spek raket pilihan dengan kebutuhan dan kondisi fisik Anda saat ini. (*)

Editor: Rezki Jaya

Ditumbangkan Pemain Muda Kanada di Piala Sudirman 2021, Jonatan Christie: Bukan Lawan Mudah

Ditumbangkan Pemain Muda Kanada di Piala Sudirman 2021, Jonatan Christie Akui Bukan Lawan Mudah

Asport.Akurasi.id, Jakarta – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie gagal merebut kemenangan pada penampilan perdanannya di Piala Sudirman 2021. Jonatan bertekuk lutut melawan Brian Yang asal Kanada di babak penyisihan Grup C dengan skor 21-9, 22-20, 21-18 di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Senin (27/9/2021) malam WIB.Kekalaan Jojo membuat Indonesia tertinggal 1-2 dari Kanada. Sebelumnya di tunggal putri, Ester Nurumi Tri Wardoyo kalah dari Rachel Chan 22-24, 21-8, 21-18. Di partai pertama, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menang atas B.R. Sankeerth/Nyl Yakura, 21-16 dan 21-10.

“Terus terang saya merasa kecewa karena kekalahan ini dan tidak bisa menyumbang poin untuk Indonesia. Saya minta maaf atas kegagalan ini,” sebut Jojo usai laga.

Untungnya, di partai keempat, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menumbangkan Rachel Chan/Catherina Choi dengan skor 21-16 dan 21-10. Di partai pemungkas, ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga menang mudah atas B.R Sankeerth/Crystal Lai dengan skor 21-14 dan 21-10.

Indonesia pun menang 3-2 dan lolos ke perempat final Piala Sudirman 2021. Sebelumnya, Indonesia menang atas Rusia 5-0.

Lawan Sulit Hingga Sesalkan Tak Ada Teknologi Hawk Eye

Menurut Jojo, tidak mudah menghadapi Brian Yang yang mulai menanjak di Olimpiade 2020. Pemain berusia 19 tahun itu membuat unggulan Chinese Taipei, Chou Tien Chen pontang-panting di babak penyisihan grup.

Jojo pun menyadari Brian Yang bukan lawan mudah saat melihat rekaman video ketika Brian berhadapan dengan Anders Antonsen pada laga Minggu (26/9/2021).

“Saya memang kalah dan banyak pelajaran dipetik. Ketika unggul dan sempat kehilangan satu poin di gim kedua, seharusnya saya tidak perlu mengubah strategi dengan bermain cepat yang menjadi kesukaan Brian. Sebagai pemain dia memiliki track record yang juga tidak jelek-jelek amat,” sebut Jojo.

Satu hal yang disesalkan oleh Jojo adalah tidak diterapkannya teknologi mata elang di lapangan 3. Ketika ada keputusan hakim garis seperti yang dirasakan di poin terakhir, dirinya tidak bisa meminta review.

“Bukan soal kalah, tetapi kejuaraan sebesar ini harusnya seluruh lapangan ada teknologi hawk eye agar pertandingan lebih fair,” ujar Jojo. (*)

Sumber: Bola.com
Editor: Redaksi Akurasi.id