Ragam

Memecahkan Rekor dan Membentuk Budaya: Perjalanan Melalui Evolusi Industri Olahraga

Memecahkan Rekor dan Membentuk Budaya: Perjalanan Melalui Evolusi Industri Olahraga

Akurasi, Nasional. Olahraga selalu mendapat tempat khusus dalam masyarakat, memikat hati dan pikiran dengan semangat kompetitif yang melekat dan kemampuan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat. Industri olahraga, yang mencakup berbagai kegiatan seperti liga profesional, media olahraga, dan pemasaran olahraga, telah berkembang secara signifikan selama bertahun-tahun menjadi fenomena global. Pada artikel ini, kita akan memulai perjalanan melalui sejarah dan evolusi industri olahraga, mengeksplorasi asal-usulnya, pertumbuhannya, dan dampaknya terhadap pembentukan budaya.

Hari-hari Awal: Asal Usul dan Pertumbuhan Industri Olahraga

Akar industri olahraga dapat ditelusuri kembali ke peradaban kuno, di mana pertandingan fisik diadakan sebagai sarana hiburan dan untuk menampilkan kekuatan dan keterampilan. Dari permainan gladiator di Roma kuno hingga balapan kereta di Yunani kuno, olahraga selalu mendapat tempat penting dalam masyarakat manusia. Seiring kemajuan peradaban, begitu pula organisasi dan popularitas olahraga.

Salah satu titik balik penting dalam pertumbuhan industri olahraga adalah pembentukan Olimpiade modern pada tahun 1896. Olimpiade, dengan penekanannya pada persaingan yang adil dan persahabatan internasional, menjadi wadah bagi para atlet dari seluruh dunia untuk menunjukkan bakat mereka. Keberhasilan Olimpiade membuka jalan bagi munculnya liga olahraga profesional, seperti National Football League (NFL) dan Major League Baseball (MLB) di Amerika Serikat, yang selanjutnya mendorong pertumbuhan industri tersebut.

Evolusi Penyiaran Olahraga dan Liputan Media

Munculnya televisi pada pertengahan abad ke-20 merevolusi industri olahraga, memungkinkan penggemar menonton pertandingan dari kenyamanan rumah mereka. Siaran olahraga langsung pertama terjadi pada tahun 1939 ketika pertandingan sepak bola perguruan tinggi ditayangkan di televisi. Ini menandai dimulainya era baru dalam olahraga, karena jangkauan dan popularitas permainan meluas secara eksponensial.

Kemajuan teknologi semakin meningkatkan pengalaman menonton olahraga. Dari pemutaran ulang gerakan lambat hingga siaran definisi tinggi, pemirsa dapat menyaksikan aksi tersebut dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pengenalan televisi kabel dan satelit membuka kemungkinan baru untuk penyiaran olahraga, dengan saluran olahraga khusus yang menyediakan liputan sepanjang waktu dari berbagai acara olahraga.

Bangkitnya Sponsor dan Dukungan Olahraga

Seiring pertumbuhan industri olahraga, begitu pula peluang bagi merek untuk mengasosiasikan diri dengan atlet dan acara olahraga. Sponsor dan dukungan olahraga menjadi jalan yang menguntungkan bagi perusahaan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan citra merek mereka. Dari kemitraan ikonik Nike dengan Michael Jordan hingga sponsor Coca-Cola di Piala Dunia FIFA, kolaborasi ini tidak hanya memberikan dukungan finansial kepada atlet dan organisasi olahraga, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk budaya populer.

Olahraga sebagai Fenomena Budaya

Olahraga telah melampaui batas dan menjadi bahasa universal yang menghubungkan orang-orang dari berbagai budaya dan latar belakang. Gairah dan persahabatan yang ditimbulkan oleh olahraga telah menjadikannya bagian integral dari kehidupan kita, membentuk identitas kita dan memberikan rasa memiliki. Acara olahraga, seperti Super Bowl dan Piala Dunia FIFA, telah menjadi fenomena budaya, menyatukan orang untuk merayakan dan mendukung tim favorit mereka.

Sisi Bisnis Olahraga: Pemasaran Olahraga dan Arus Pendapatan

Di belakang layar, industri olahraga adalah jaringan operasi bisnis yang kompleks, dengan pemasaran olahraga memainkan peran penting dalam mendorong pendapatan. Pemasaran olahraga melibatkan promosi acara olahraga, tim, dan atlet untuk menarik sponsor, penggemar, dan perhatian media. Melalui kemitraan strategis dan kampanye kreatif, pemasar olahraga bertujuan untuk memaksimalkan aliran pendapatan dan menciptakan dampak jangka panjang pada industri.

Pendapatan dalam industri olahraga dihasilkan melalui berbagai saluran, termasuk penjualan tiket, hak siar, penjualan barang dagangan, dan kesepakatan sponsor. Permintaan konten olahraga telah menyebabkan munculnya platform streaming yang didedikasikan untuk olahraga, memberi penggemar akses ke pertandingan langsung dan konten eksklusif. Selain itu, pertumbuhan e-sports, atau permainan video kompetitif, telah membuka peluang baru untuk menghasilkan pendapatan di industri olahraga.

Masa Depan Industri Olahraga: Tren dan Peluang yang Muncul

Saat kami melihat ke masa depan, industri olahraga siap untuk pertumbuhan dan inovasi lebih lanjut. Kemajuan teknologi, seperti virtual reality dan augmented reality, memiliki potensi untuk merevolusi cara kita menikmati olahraga. Realitas virtual dapat membawa penggemar ke barisan depan pertandingan bola basket, sementara augmented reality dapat melapisi statistik waktu nyata dan informasi pemain ke lapangan.

Selain itu, munculnya media sosial telah memberi atlet dan organisasi olahraga platform langsung untuk terlibat dengan penggemar dan membangun merek pribadi mereka. Atlet tidak lagi hanya dikagumi karena penampilannya di lapangan, tetapi juga dipuja karena kepribadiannya di luar lapangan dan kehadirannya di media sosial.

Tantangan dan Kontroversi Utama di Industri Olahraga

Terlepas dari popularitasnya yang meluas, industri olahraga menghadapi tantangan dan kontroversi yang adil. Salah satu isu utama adalah meningkatnya perhatian seputar kesejahteraan atlet, khususnya dalam olahraga kontak fisik seperti sepak bola dan tinju. Implikasi kesehatan jangka panjang dari gegar otak dan cedera otak traumatis telah memicu perdebatan tentang keselamatan pemain dan tanggung jawab organisasi olahraga untuk melindungi atlet mereka.

Tantangan lainnya adalah meningkatnya komersialisasi olahraga. Pengejaran keuntungan dan pengaruh kepentingan perusahaan terkadang membayangi kemurnian dan integritas permainan. Dari skandal doping hingga dugaan pengaturan pertandingan, kontroversi ini telah menimbulkan pertanyaan tentang etika dan tata kelola industri olahraga.

Industri olahraga telah berkembang jauh dari awalnya yang sederhana, berubah menjadi pusat kekuatan global yang membentuk budaya, menggerakkan ekonomi, dan memikat jutaan penggemar di seluruh dunia. Dari hari-hari awal peradaban kuno hingga era modern siaran definisi tinggi dan sponsor multi-miliar dolar, olahraga terus memecahkan rekor dan menangkap imajinasi kolektif kita.

Ke depan, industri olahraga akan terus berkembang, beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan perubahan sosial. Sementara tantangan dan kontroversi mungkin muncul, kekuatan dan pengaruh olahraga yang abadi akan menang, menyatukan orang-orang dari semua lapisan masyarakat dan mengingatkan kita akan prestasi luar biasa yang dapat dicapai melalui tekad, kerja tim, dan mengejar keunggulan.(*)

Editor: Ani

Berlaga di 3 Provinsi, Kontingen FOPSSI Kaltim Target Masuk Final, Bonus Beasiswa Menanti

Berlaga di 3 Provinsi, Kontingen FOPSSI Kaltim Target Masuk Final, Bonus Beasiswa Menanti

Berlaga di 3 provinsi, kontingen FOPSSI Kaltim target masuk final, bonus beasiswa menanti. Para kontingen FOPSSI Kaltim ini diharapkan dapat mengharumkan nama Kaltim dan mengukir prestasi gemilang dalam kompetisi tersebut.

Asport.Akurasi.id, SamarindaPemprov Kaltim melepaskan kontingen Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) U-14 berlaga dalam piala Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) nasional. Pelepasan tim Fopssi/Asosiasi Sekolah Sepak Bola (ASSKA) Kaltim dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Senin (22/11/2021).

Kepala Disdikbud Kaltim Anwar Sanusi mengatakan, ada sekitar 14 orang pemain dari Kaltim yang diberangkatkan untuk memperebutkan piala bergilir Let. Jend TNI (Purn) Marciano Norman ke II November 2021.

“Pemain ini diambil dari seluruh Kaltim. Ada yang dari SMP dan SMA, karena ada yang usianya 14 tahun. Yang lebih luar biasa lagi ada pemain bolanya dari putri,” terangnya, usai kegiatan pelepasan kontingen.

Dikatakan, dalam memperebutkan piala bergilir itu, tidak semua provinsi di Indonesia turut berpartisipasi. Adapun provinsi yang turut berpartisipasi di antaranya Jawa Timur, DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Depok, Sidoarjo, Kalimantan Timur, Tangerang Selatan, dan Surabaya.

“Hari ini saya melepas calon juara, saya optimis mereka adalah calon juara. Walau 14 kontingen itu, satu di antaranya wanita. Mohon doanya masyarakat Kaltim mudah-mudahan anak-anak yang akan berangkat ini jadi juara,” ucapnya.

Berkaitan dengan dukungan yang akan diberikan, ditegaskan Anwar, Disdik Kaltim akan memasukkan anak-anak tersebut sebagai penerima Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT).

“Yang masih SMP dan mau masuk SMA, kami prioritaskan masuk di SKOI (Sekolah Khusus Olahraga Internasional). Karena ternyata anak-anak yang mendapat medali emas kebanyakkan anak SKOI. Artinya, SKOI ini benar-benar tempat mendidik calon juara,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen FOPSSI Kaltim Herwin Hussein menyampaikan, 14 anggota FOPSSI itu dipilih melalui kompetisi di daerahnya masing-masing. Seleksi dilakukan bagi anak-anak seluruh Kaltim.

“Kami pilih yang terbaik dari daerahnya masing-masing. Anak-anak ini berasal dari 6 kabupaten/kota, di antaranya Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Samarinda, Balikpapan, Paser, dan Mahakam Ulu,” terangnya.

Adapun persiapan yang dilakukan adalah pelatihan yang dilakukan selama 3 minggu di Samarinda. Tepatnya di Harapan Baru, Samarinda Seberang. Walaupun persiapan tersebut dapat dikatakan singkat, namun ia mengaku, tidak meragukan lagi kemampuan anak-anak dalam laga tersebut. “Anak-anak ini sudah ada dasarnya, 2 anak sudah pernah mengikuti kompetisi internasional,” sebutnya.

Berdasarkan hal itu, besar harapannya, kontingen FOPSSI Kaltim minimal dapat masuk dalam pertandingan final. “Targetnya paling tidak masuk semifinal atau final. Tapi kegiatannya mepet, pindah-pindah di 3 provinsi, di Kaltim, Jakarta dan Tangerang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

Tarik Wisatawan ke Selambai Lewat Turnamen Bulu Tangkis

Tarik Wisatawan ke Selambai Lewat Turnamen Bulu Tangkis

Tarik wisatawan ke Selambai lewat turnamen bulu tangkis. Diharapkan dengan turnamen khusus bagi warga Loktuan, Guntung, dan Sidrap ini, dapat menarik wisatawan untuk menonton.

Akurasi.id, Bontang – Turnamen Bulu Tangkis Selambai Cup akan bergulir dalam waktu dekat ini. Perhelatan tahunan tersebut akan digelar pada 15 – 21 November 2021. Sebanyak 96 atlet bulu tangkis akan ambil bagian dalam perhelatan tersebut.

Rencananya, perhelatan itu akan digelar di Gedung Pertemuan Kampung Selambai, Loktuan Bontang Utara. Dalam ketentuan turnamen akan menerapkan sistem pertandingan beregu. Rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang. Pun sejumlah perwakilan perusahaan akan turut hadir meramaikan ajang turnamen tahunan itu.

“Peserta yang dikhususkan bagi warga Loktuan, Guntung dan Sidrap tersebut bertujuan untuk memaksimalkan potensi atlet bulu tangkis khusus di wilayah tersebut. Mudahan ada potensi atlet yang berbakat,” ujar ketua panitia Fahrul. Minggu (14/11/2021).

Kata Fahrul, untuk kelancaran agenda itu, pihaknya banyak menerima dukungan dari perusahaan dan pemerintahan.  “Terima kasih atas bantuan semua pihak, sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pemuda Pesisir Loktuan Bersatu (IPPLB), Nurdin mengatakan sebagai pemuda Kampung Selambai dirinya ingin menjadikan ajang tersebut sebagai pemantik untuk memperkenalkan destinasi yang ada di Selambai.

“Hal ini sebagai salah satu semangat pemuda untuk berkreasi memperkenalkan Selambai sebagai destinasi wisata kuliner. Dan juga upaya tarik wisatawan ke Selambai, semoga ini bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Nurdin berharap, kedepannya Kampung Selambai akan menjadi magnet baru untuk tempat wisata. Bersama Gerakan Pemuda Selambai (GPS) Saat ini pihaknya sedang menyiapkan agenda penting baik itu berupa pembenahan Kampung Selambai maupun promosi wisata.

“Kami sedang siapkan agenda penting untuk perkenalkan Kampung Selambai tentunya kami akan bersinergi dan membutuhkan dukungan banyak pihak. Baik itu tokoh masyarakat, pembina dan pemangku kepentingan yang ada,” ujarnya (*)

Penulis: Fajri Sunaryo

Editor: Redaksi

 

200 Kontingen Kaltim Dilepas ke Peparnas Papua, Gubernur Isran Harapkan Medali Emas

200 Kontingen Kaltim Dilepas ke Peparnas Papua, Gubernur Isran Harapkan Medali Emas

200 kontingen Kaltim dilepas ke Papernas Papua, Gubernur Isran Harapkan Medali Emas. Kepada 200 kontingen Kaltim yang akan mengikuti Papernas di Papua, Isran Noor menyampaikan, bahwa semangat untuk keluar sebagai jawara harus selalu dipegang.

Aspost.Akurasi.id, Samarinda – Gubernur Kaltim Isran Noor resmi melepas kontingen Kaltim pada Pekan Paraympic Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 di Aula Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Senin (1/11/2021). Adapun jumlah kontingen Kaltim yang diberangkatkan ke Bumi Cenderawasih sebanyak 200 orang.

Terdiri dari atlet 108 orang, yang akan berlaga di 11 cabang olahraga (cabor) dari 12 cabor yang dipertandingkan, pelatih 11 orang, asisten pelatih 18 orang, official 46 orang, dan tenaga pendukung lainnya 17 orang.

“Selamat berjuang kepada seluruh atlet Kaltim yang akan mengikuti Peparnas XVI di Papua 2021. Kami semua masyarakat Kaltim menggantungkan segala keinginan agar semua kontingen tetap sehat wal a’fiat dan bisa pulang membawa medali emas. Karena itu yang diharapkan dan dibanggakan dari seluruh kontingen di Papua nantinya,” kata Gubernur Kaltim saat sambutannya melepas keberangkatan kontingen.

Menurut orang nomor satu di Tanah Benua Etam, sebutan Kaltim, para atlet Peparnas Kaltim merupakan pejuang tangguh dan pantang menyerah setelah sekian lama menempa diri dalam pusat latihan daerah. Tentunya para atlet harus berjuang dengan semangat tinggi, dedikasi, dan loyalitas serta ikhtiar yang diiringi doa.

“Selalu jaga stamina, berpikir positif, dan bergembira. Semoga prestasi terbaik dapat dicapai. Kemenangan pertama bahwa kita lebih baik daripada lawan. Perasaan seperti itu penting. Jadi jangan belum apa-apa sudah menyerah. Tunjukkan semangat saya bisa, kita bisa, semua bisa,” tegas Isran Noor.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kaltim, Suharyanto mengungkapkan, dengan adanya permasalahan beberapa tahun silam persiapan yang dilakukan para atlet tergolong minim. Hal ini berkaitan permasalahan anggaran.

“Maka dari itu kami sangat berterima kasih karena pemerintah mulai memberikan kepercayaan kepada kami. Kami juga mohon pendampingan untuk ke depan,” ucapnya.

Berbicara mengenai target, ia menyampaikan, di Peparnas Papua nanti, dengan waktu yang minim dan persiapan yang singkat, dirinya menargetkan kontingen Kaltim mampu meraih 10 besar.

“Itu target realistis untuk saat ini. Kami akan berusaha memberikan prestasi yang terbaik. Karena dari 12 cabor yang dipertandingkan dalam Perpanas XVI Papua 2021, NPC Kaltim akan mengikuti sebanyak 11 cabor,” ungkapnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

Mengenal Pendiri SSB Bagus Prabowo Football Academy Dalam Podcast Review

Mengenal Pendiri SSB Bagus Prabowo Football Academy Dalam Podcast Review

Mengenal Pendiri SSB Bagus Prabowo Football Academy Dalam Podcast Review

Coach Bagus Prabowo saat berbincang santai dengan jurnalis Akurasi.id dalam Podcast Redaksi Interview. (YouTube Akurasi.id)

Mengenal pendiri SSB Bagus Prabowo Football Academy dalam Podcast Review. Sebagai pendiri SSB Bagus Prabowo Football Academy, Coach Bagus berharap, bahwa tempat ini bisa menjadi wadah bagi lahirnya bibit atlet bola profesional dan berprestasi di masa mendatang.

Asport.Akurasi.id, Bontang – Podcast Review “Redaksi Interview” hadir kembali, Senin (11/10/2021) lalu. Program Akurasi.id kali ini mengundang pelatih sepak bola asal Bontang bernama Bagus Prabowo.

Pria yang akrab disapa Coach Bagus itu menjelelaskan, dirinya mulai aktif melatih sejak 2012 lalu. Saat ini, dia mengantongi lisensi B yang didapatkannya di Brunei Darussalam pada tahun 2019 lalu. Hingga saat ini dia masih aktif melatih sekolah sepak bola (SSB) yang dia dirikan sendiri.

“Saya membuat SSB Bagus Prabowo Football Academy. Meskipun akademi, tetapi seperti sekolah sepak bola (pada umumnya),” ucap Coach Bagus saat berbagi cerita saat diwawancari wartawan Akurasi.id, Yusva Alam.

Coach Bagus berkisah, awal dia merantau ke Kota Taman, sebutan Bontang, adalah sebagai pemain bola. Sebelumnya, saat masih berada di Jawa, dia sempat magang di Persip Kediri.

“Habis itu ke Bontang, mulai aktif melatih. Tak lama kebetulan ada kursus lisensi D yang pertama di Bontang tahun 2012. Kebetulan saya ingin jadi pelatih. Setelah itu saya masuk ke Akademi Sepak Bola Pelangi Mandau. Alhamdulillah, sampi sekarang saya aktif melatih,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan, ketertarikannya untuk melatih bola karena tidak bisa jauh dari aktivitas si kulit bundar yang telah lama menjadi bagian dari hobinya. Selain itu, lantaran tidak maksimal dalam merintih karir sebagai bermain profesional, Coach Bagus bertekat untuk berkarya dengan cara lain yakni menjadi pelatih.

“Semua pelatih pasti pengen ke jenjang profesional. Tetapi semua itu butuh proses,” ucapnya.

Read more

Pekan Olahraga Nasional XX Papua, Kaltim Tertahan di Peringkat 8

Pekan Olahraga Nasional XX Papua, Kaltim Tertahan di Peringkat 8

Pekan Olahraga Nasional XX Papua, Kaltim tertahan di peringkat 8. Kaltim meraih medali 13 emas, 25 perak, dan 30 perunggu. Membuat total perolehan medali yang diperoleh Kaltim untuk saat ini sebanyak 68 buah.

Akurasi.id, Samarinda – Perolehan medali atlet Kaltim dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua tampaknya belum sesuai harapan. Pasalnya, saat ini Kaltim berada di rangking 8 dalam klasemen sementara perolehan medali.

Dengan rincian perolehan medali 13 emas, 25 perak, dan 30 perunggu. Membuat total perolehan medali yang diperoleh Kaltim untuk saat ini sebanyak 68 buah.

Hal ini pun jauh dari harapan Gubernur Kaltim Isran Noor yang menargetkan adanya peningkatan prestasi dalam salah satu perhelatan akbar olahraga di Indonesia itu. Orang nomor satu di Kaltim itu percaya bahwa Kaltim mampu memperoleh peringkat 3 besar dalam PON XX.

Di sisi lain, KONI Kaltim sebelumnya berharap para atlet kebanggaan Benua Etam mampu mempertahankan posisinya selama ini, yaitu berada di peringkat 5 besar.

Menyikapi hal ini, Asisten 1 Setprov Kaltim Jauhar Effendi mengakui, bahwa saat ini peringkat medali Kaltim di luar target.

“Papua saja ambisinya rangking 1 tidak bisa. Karena memang Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI biasanya selalu menempati posisi 3 teratas. Hanya tempatnya saja yang bergantian,” kata dia, pada Senin (11/10/2021).

Bahkan, Jauhar secara tersirat mengungkapkan, bahwa target untuk mencapai peringkat 3 besar sudah lepas dari tangan. Lantaran ketatnya perolehan medali dari masing-masing kontingen.

“Sepertinya agak berat dengan target yang ada. 5 besar saja sudah berat. Kalau saya melihat dari tren medali yang ada,” ujarnya.

Dalam hal ini, ia mengungkapkan, beberapa kondisi yang kemungkinan menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi para atlet. Seperti, jauhnya perjalanan hingga perbedaan iklim yang ada.

Di sisi lain, letak venue masing-masing cabang olahraga (cabor) pun saling berjauhan. Yang mana tersebar di empat kota besar di Papua, di antaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

“Tapi alhamdulillah kondisi para atlet kita masih sehat, tak ada yang terkonfirmasi Covid-19. Pengamanan juga ada 30 personel kepolisian yang mengawal mereka,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Rachman