Tragedi Meninggalnya Lukas Enembe dan Penghentian Kasus oleh KPK

Akurasi, Nasional. Sentani, 26 Desember 2023 – Mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe, meninggal dunia pada Selasa (26/12) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta. Kabar meninggalnya Lukas Enembe mengejutkan banyak pihak karena bersamaan dengan pemberitaan terkait status hukumannya yang tengah dijalani atas kasus suap.

Lukas Enembe sebelumnya divonis hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Selain itu, Lukas juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 47,8 miliar. Kasus tersebut berkaitan dengan penerimaan suap terkait izin proyek di Papua.

Namun, pemberitaan terbaru menyebutkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Lukas Enembe. Penghentian penyidikan tersebut disebabkan karena tersangka, yakni Lukas Enembe, meninggal dunia.

Penghentian kasus oleh KPK diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Pasal 40 dalam UU tersebut menyatakan bahwa KPK dapat menghentikan penyidikan dan penuntutan terhadap perkara Tindak Pidana Korupsi yang penyidikan dan penuntutannya tidak selesai dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun. Meskipun terdapat mekanisme penghentian kasus, namun kejadian ini menjadi sorotan dan memunculkan sejumlah pertanyaan.

Menanggapi penghentian kasus ini, Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menyatakan bahwa dengan meninggalnya tersangka, hak menuntut, baik dalam perkara tindak pidana korupsi maupun TPPU, berakhir demi hukum. Johanis Tanak juga menegaskan bahwa KPK akan mematuhi aturan yang berlaku dalam hal ini.

Keputusan penghentian kasus Lukas Enembe oleh KPK menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat dan pihak terkait. Sebagian melihatnya sebagai akhir dari proses hukum yang sedang berjalan, sementara yang lain mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus korupsi.

Selain itu, muncul pertanyaan mengenai langkah hukum apa yang akan diambil oleh pihak keluarga dan apakah ada upaya untuk meneruskan kasus ini ke ranah hukum lainnya. Meskipun KPK telah menghentikan kasus TPPU, tetapi kasus korupsi yang telah menjadi putusan pengadilan tetap berlaku dan meninggalnya Lukas Enembe tidak mengubah status hukumannya.

Sementara itu, di Papua, khususnya di Sentani, berita meninggalnya Lukas Enembe menjadi sorotan utama. Prosesi pengantaran jenazah dari Bandara Sentani menuju tempat persemayaman di STAKIN GIDI Sentani diwarnai dengan kericuhan. Massa yang turut serta dalam pengarakkan jenazah melakukan aksi anarkis dengan melempari gedung-gedung sepanjang jalan dan bahkan membakar mobil.

Kejadian ini menunjukkan kompleksitas dan sensitivitas situasi di Papua terkait tokoh politik seperti Lukas Enembe. Penghentian kasus oleh KPK dapat memicu berbagai reaksi di tingkat lokal dan nasional, serta menjadi sorotan perhatian publik terkait penanganan kasus korupsi di Indonesia.(*)

Editor: Ani

The post Tragedi Meninggalnya Lukas Enembe dan Penghentian Kasus oleh KPK appeared first on .

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *